About

A civil engineer, a graduate from Universitas Indonesia (bachelor and master) and Ecole Centrale de Lyon (master and doctor), in this personal note, I write several classical subjects of civil engineering. Usually, they consist of technical stuff in the domain of soil mechanics, solid mechanics and continuum mechanics. However, I will try to write a more popular stuff whenever the time allows me.

As an avid learner, I understand that the retention rate of knowledge would be boosted if I write stuff instead of just reading them. In regards of technical subjects and in the spirit of knowledge sharing, I try my best to explain these subjects as easy as possible without neglecting the importance of details. Hence, I hope that my personal note can help me (and you) to memorize many great stuff in the civil engineering domain.

For more info:

James Oetomo

Iklan

Comments

  1. Sukses ya James, studinya. O ya, format blog ini rapi dan menarik. Salam dari Karawaci.

  2. mas boleh minta alamat emailnya enggak ? wah, keren banget blog nya
    Perkenalkan mas, saya Suyudi dari Teknik Sipil ITB. Kalo boleh saya pengen tanya2 ke mas, terimakasih ya mas.

  3. Halo kak. Perkenalkan, saya gita mahasiswa magister teknik sipil, bidang geoteknik, ITB. saya terkesan sekali dengan tulisan kakak. Sudah sekian kali saya berkunjung ke blog kakak dan ternyata sangat membantu saya memahami bidang teknik sipil khususnya geoteknik. Postinga-an kakak tentang mekanika kontinum, tegangan deviatorik, konsolidasi, membantu saya dalam mengerjakan tugas yang diberikan dosen. Terima kasih atas ilmu yang telah dibagikan, kak. Salam kenal.

  4. Dear Bung James,

    Saya ingin bertanya.
    Apakah di dalam Plaxis, tanah yang diasumsikan sudah sangat sesuai dengan keadaan/kenyataan dilapangan. Misal untuk tanah pasir, dimana nilai c = 0, tetapi di dalam Plaxis tidak boleh diberi nilai = 0 utk c. kemudian apakah benar di plaxis tanah dianggap seperti benda masif ? sehingga apabila tanah pasir diberi fondasi plat dengan beban tarik pada kedalaman tertentu, tanah dibawah plat tersebut juga terikut naik keatas, padahal nyatanya tanah dibawah plat hanya diam saja.

    Mohon bimbingannya ya pak.
    Salam,

    Ahmad R.

    • Hello mas Ahmad,

      Ya, untuk kebanyakan kasus, KHUSUSNYA pada lapisan tanah pasir di layer teratas, nilai cohesion sebaiknya tidak nol. Ini bukan hanya berlaku di Plaxis, tapi di semua program yang melakukan analisis tegangan-deformasi secara multidimensi (e.g.: plane strain 2D atau fully 3D simulation). Ini merupakan murni modifikasi numerik agar program tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan solusi numerik.

      Untuk mengetahui alasannya, kita harus melihat fenomena sebenarnya. Ambil contoh sebuah fondasi pelat, saat fondasi ini dibebani oleh beban struktur diatasnya, maka bila kekakuan pondasi jauh lebih besar dibandingkan tanah, maka tegangan pada tanah terutama pada ujung2 pondasi akan sangat besar. Ini akan mengakibatkan deformasi lokal yg sangat besar di bagian ini.

      Namun ini bukan masalah besar, yang menjadi masalah adalah bagian tanah yang sedikit diluar tapak pondasi, tanah dibagian ini akan mengalami tegangan tarik. Bila kohesi tanah nol, maka bagian ini akan mengalami deformasi yang berantakan (ga kontinum begitu :mrgreen:) akibat plastic flow, nah untuk mengatasi itu, maka pada umumnya kohesi tanah pasir (yang nilainya kecil) tetap diberikan. Semoga lebih jelas.

  5. sy lg mulai belajar lg setelah 15 tahun di lapangan, boleh belajar ke pak james?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: