Derajat Konsolidasi (4) – Representasi Grafis

Pada beberapa posting yang lalu kita sudah melihat bahwa evolusi disipasi tegangan air pori selama uji konsolidasi dapat diformulasi dengan persamaan berikut: Dengan adalah koefisien Fourier yang dalam kasus ini bernilai: Selanjutnya dari persamaan diatas kita juga telah amati bahwa, konsolidasi baru akan selesai pada , oleh karena itu untuk kita gunakan variabel yang dinamakan […]

Derajat Konsolidasi (3) – Formulasi

Setelah bersusah payah mencari solusi PDE dari persamaan tegangan air pori pada uji konsolidasi di posting lalu, akhirnya kita siap untuk menghitung derajat/tingkat/rasio konsolidasi. Apa yang dimaksud dengan derajat konsolidasi? Jawaban pertanyaan ini berkaitan dengan pertanyaan trivia yang sempat saya berikan di salah satu posting terdahulu “kapankah proses disipasi tegangan air pori ini berakhir?” 🙄 […]

Derajat Konsolidasi (2) – Solusi PDE dari Uji Konsolidasi

Setelah melihat sekilas mengenai deret Fourier di posting yang lalu, sekarang kita akan lihat apa hubungan deret Fourier diatas dengan persamaan diferensial parsial (PDE – Partial Differential Equation) yang kita miliki pada problem konsolidasi. Pertama tentunya saya tuliskan ulang persamaan tegangan air pori pada uji konsolidasi: Dengan adalah koefisien konsolidasi Persamaan diferensial parsial ini akan […]

Derajat Konsolidasi (1) – Sekilas Deret Fourier

Mengetahui kecepatan konsolidasi tanah merupakan salah objektif utama dari dilakukannya uji konsolidasi, dimana kita diharapkan dapat memprediksi tingkat penurunan tanah setelah jangka waktu tertentu. Ini sangat berguna contohnya pada analisis pre-loading tanah, dimana tanah tempat struktur akan dibangun diberi timbunan terlebih dahulu selama jangka waktu tertentu sebelum struktur tersebut dibangun. Untuk lebih jelasnya bisa lihat […]

Uji Konsolidasi – Koefisien Konsolidasi

Saat proses konsolidasi berlangsung, tinggi tekanan air pori berangsur-angsur turun akibat air keluar secara bertahap dari dalam benda uji. Koefisien konsolidasi adalah koefisien yang menyatakan kecepatan proses konsolidasi pada suatu sampel tanah. Semakin besar nilai koefisien ini, maka semakin cepat pula proses konsolidasi terjadi. Seperti saya sempat singgung diawal rangkaian tulisan mengenai konsolidasi, seberapa cepat […]

Uji Konsolidasi – Kondisi Batas & Modulus Oedometrik

Setelah hiatus sekitar 2 bulanan, saya akan lanjutkan bincang-bincang soal uji konsolidasi. 😎 Di postingan kali ini, saya akan menjelaskan kondisi batas pada uji konsolidasi serta bagaimana kita bisa menurunkan formula modulus oedometrik-nya pada uji ini. Kondisi batas uji konsolidasi satu dimensi (oedometrik) Gambar dibawah ini menunjukkan skematis uji konsolidasi dimana tanah dikompresi dengan tekanan […]

Uji Konsolidasi – Plastisitas dan Hancurnya Butiran Tanah

Pada tulisan yang lalu saya telah menyinggung mengenai fenomena konsolidasi, sebelum menghitung konsolidasi, ada baiknya saya bahas terlebih dahulu mengenai filosofi dari hasil uji konsolidasi satu dimensi atau uji oedometrik. Uji ini sendiri sesungguhnya digunakan untuk mengkalkulasi koefisien kompresi dan koefisien rekompresi dari suatu sampel tanah, serta tentunya yang merupakan koefisien konsolidasi. Untuk memahami hasil […]